You are here:

Inventarisasi Kawasan Dan Bangunan Cagar Budaya

Potensi budaya dan sejarah di Kota Surakarta dimana sudah tercantum dalam Surat Keputusan Walikota madya Kepala Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 646/116/i/1997 tentang Penetapan Bangunan dan Kawasan Kuno Bersejarah di Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Cagar Budaya.

Dimana terdapat 70 obyek Bangunan dan Kawasan Cagar Budaya, yang meliputi :

  1. Kelompok kawasan sebanyak 4 obyek.
  2. Kelompok bangunan rumah tradisional sebanyak 8 obyek.
  3. Kelompok bangunan umum kolonial sebanyak 19 obyek.
  4. Kelompok bangunan peribadatan sebanyak 7 obyek.
  5. Kelompok gapura, tugu, monumen dan perabot jalan sebanyak 24 obyek.
  6. Kelompok ruang terbuka/taman sebanyak 8 obyek.

Selain itu telah dilaksanakan Inventarisasi Bangunan dan Kawasan Cagar Budaya yang diduga Cagar Budaya dimana telah didata sebanyak 53 obyek yang akan diusulkan sebagai obyek Cagar Budaya tambahan di Kota Surakarta. Bangunan maupun kawasan yang memiliki nilai sebagai cagar budaya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Surat Keputusan Walikota tersebut pada dasarnya merupakan peninggalan jejak sejarah fisik yang sangat penting bagi karakter Kota Surakarta sebagai kota budaya

Banyak kawasan yang terbangun memberikan ciri kejayaan pada masa itu, seperti kawasan Kauman, kawasan Laweyan, dan lainnya. Rumah tinggal dengan ciri arsitektur yang khas, yang bercorak tradisional, Indis maupun Cina banyak terbangun di kawasan tersebut. Dengan kemajuan dan peningkatan kegiatan perekonomian di sejumlah kawasan yang banyak memiliki tinggalan bangunan kuno bersejarah tidak dapat dielakkan adanya kebutuhan lahan yang mengakomodasi kebutuhan mutakhir. Pembongkaran bangunan kuno adalah bentuk terburuk yang dijumpai, hal tersebut lebih disebabkan kurangnya pemahaman akan aspek konservasi. Bangunan kuno bersejarah tersebut merupakan aset yang sangat berharga bagi kota Surakarta dan merupakan bukti dan peninggalan sejarah yang tidak mungkin diperbaharui kembali. Dari Surat Keputusan Walikota tahun 1997 diketahui sejumlah bangunan kuno bersejarah maupun kawasan bersejarah yang ada di Kota Surakarta belum tercatat sepenuhnya, sehingga perlu dilakukan review inventarisasi bangunan kuno yang berada di Kota Surakarta untuk kemudian dijadikan sebagai lampiran draft Surat Keputusan Walikota tentang bangunan dan kawasan cagar budaya. Hal itu semakin diperkuat dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya yang memperluas kewenangan bagi pemerintah daerah/kota dalam perlindungan dan pemanfaatan.

Dimaksudkan agar Pemerintah Kota Surakarta dapat menyediakan informasi bangunan kuno yang memiliki nilai kandungan sejarah Regional/Nasional ataupun corak khas bangunan yang mewakili perkembangan arsitektur Kota Surakarta, yang sudah sepantasnya untuk dikategorikan sebagai sebuah bangunan Cagar Budaya, yang harus dijaga dan lestarikan.

Perencanaan Ruang

Bidang Perencanaan Ruang DTRK Kota Surakarta

Pemanfaatan Ruang

Bidang Pemanfaatan Ruang - DTRK Kota Surakarta

Pengendalian Ruang

Bidang Pengendalian Ruang DTRK Kota Surakarta

Pelestarian Kawasan

Bidang Pelestarian Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya DTRK Kota Surakarta